Cianjur, suarajabarbanten.my.id – Upaya membangun kembali karakter muslim di kalangan anak jalanan terus digalakkan oleh sosok dai yang dikenal dekat dengan masyarakat akar rumput, Ustaz Pahruroji atau yang akrab disapa Ustaz Ngopi. Melalui pendekatan humanis dan pendampingan berkelanjutan, ia hadir tidak sekadar berdakwah, tetapi juga merangkul realitas keras kehidupan jalanan.
Dalam kegiatannya, Ustaz Ngopi menekankan bahwa dakwah kepada anak jalanan tidak bisa dilakukan secara instan. Dibutuhkan kehadiran nyata, empati, dan konsistensi agar nilai-nilai keislaman dapat tertanam dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari mereka.
Pendekatan pertama yang dilakukan adalah membangun kepercayaan melalui empati. Anak-anak jalanan yang kerap merasa terpinggirkan diajak untuk didengar dan dipahami latar belakang kehidupannya. Selain itu, dakwah juga dibarengi dengan aksi sosial seperti berbagi makanan hingga bantuan kebutuhan dasar lainnya.
“Yang mereka butuhkan bukan hanya ceramah, tapi juga kehadiran yang mau memahami dan menerima mereka apa adanya,” ujar Ustaz Ngopi dalam keterangannya.
Selain itu, penanaman aqidah menjadi fondasi utama dalam membentuk karakter. Anak-anak jalanan diajarkan bahwa mereka tetap memiliki nilai dan martabat di hadapan Allah, terlepas dari kondisi sosial yang mereka alami. Hal ini diharapkan mampu membangun rasa percaya diri dan harapan hidup yang lebih baik.
Tak hanya itu, pembinaan akhlak juga menjadi fokus utama. Nilai-nilai seperti kejujuran, kemandirian, dan adab dalam berinteraksi ditanamkan secara bertahap. Anak-anak didorong untuk mencari rezeki secara halal serta memiliki keterampilan agar tidak terus bergantung pada kehidupan jalanan.
Menariknya, pendekatan dakwah yang dilakukan juga dipadukan dengan pembinaan komunitas, termasuk melibatkan anak jalanan, komunitas bikers, hingga paguron. Dalam prosesnya, nilai-nilai budaya lokal Cianjur turut dilestarikan melalui tiga pilar utama, yakni Ngaos, Mamaos, dan Maenpo.
Pendampingan yang dilakukan secara rutin menjadi kunci keberhasilan program ini. Dengan kehadiran yang konsisten, nilai-nilai agama tidak hanya disampaikan sebagai teori, tetapi juga dibentuk menjadi kebiasaan baru dalam kehidupan mereka.
Upaya yang dilakukan Ustaz Ngopi ini menjadi pengingat bahwa dakwah yang paling efektif adalah yang mampu menghadirkan solusi nyata sekaligus memberikan rasa aman bagi mereka yang selama ini hidup di pinggiran. Pendekatan yang merangkul dan membumi dinilai menjadi jalan untuk mengembalikan harapan serta masa depan anak-anak jalanan.***jhd