CIANJUR, suarajabarbanten.my.id – Perjalanan hidup seseorang kerap membawa pada jalan pengabdian yang tak terduga. Hal itu tergambar dari sosok Asdon, yang kini dikenal sebagai tabib di Kampung Bedahan setelah sebelumnya aktif sebagai tokoh organisasi masyarakat. Transformasi ini menjadi inspirasi bahwa pengabdian kepada masyarakat dapat ditempuh melalui berbagai cara, namun tetap bermuara pada kemaslahatan bersama.
Perubahan peran dari aktivis LSM Laskar Merah Putih menjadi praktisi pengobatan tradisional menunjukkan sisi kemanusiaan yang mendalam. Jika sebelumnya Asdon dikenal vokal dalam memperjuangkan hak-hak masyarakat dan menjalankan fungsi kontrol sosial, kini ia memilih jalur penyembuhan, membantu warga dalam aspek kesehatan fisik maupun ketenangan batin.
Keputusan tersebut dinilai sebagai bentuk istiqamah dalam pengabdian. Di tengah masyarakat perkampungan seperti Kampung Bedahan, kehadiran tabib masih menjadi pilihan utama bagi warga untuk mendapatkan pengobatan alternatif yang mudah dijangkau dan terjangkau secara biaya.
Pengalaman panjangnya di dunia organisasi turut menjadi bekal penting dalam menjalani peran barunya. Kemampuan mendengar keluhan masyarakat yang terasah selama aktif di LSM kini bertransformasi menjadi pendekatan empatik dalam menangani pasien. Selain itu, jejaring sosial yang luas juga mempermudah masyarakat mengenal dan mengakses praktik pengobatan yang dijalaninya.
Semangat melayani yang dahulu ia bawa sebagai bagian dari organisasi kini tetap terjaga, diwujudkan dalam kepedulian terhadap kesehatan masyarakat tanpa memandang latar belakang sosial.
Kini, masyarakat Kampung Bedahan tidak hanya mengenal Asdon sebagai sosok organisatoris yang tegas, tetapi juga sebagai figur yang teduh dan membawa solusi penyembuhan. Transformasi ini kerap dipandang sebagai bentuk “kembali ke akar”, yakni mencari makna pengabdian melalui jalur kemanusiaan dan spiritual.
Perjalanan hidup Asdon menjadi bukti bahwa dedikasi kepada masyarakat tidak akan pernah padam, melainkan terus hidup dalam berbagai bentuk pengabdian yang berbeda. ***Jhd