Cianjur, suarajabatbanten.my.id || Dalam rangka memberikan kenyamanan, keamanan, dan keselamatan bagi masyarakat serta para pemudik, pemerintah melalui Kementerian PUPR melakukan perbaikan jalan di ruas Lingkar Cianjur. Perbaikan tersebut menyusul kondisi jalan yang sebelumnya sempat viral karena mengalami kerusakan di sejumlah titik.Rabu, 25/02/2016
Pengawas Lapangan PPK 2.1 Jawa Barat, Warsono, menjelaskan bahwa pekerjaan yang dilakukan saat ini berupa overlay atau pelapisan ulang aspal, khususnya pada segmen jalan yang mengalami kerusakan berat.
“Kemarin memang sempat viral karena kondisinya mengalami kerusakan. Sebenarnya sebelumnya hanya dilakukan penanganan sementara untuk mempertahankan kondisi jalan agar tetap aman. Nah, hari ini kami sudah melakukan kegiatan overlay untuk titik yang rusak berat, kurang lebih sepanjang 900 meter dalam satu segmen,” ujar Warsono.
Ia menjelaskan, untuk segmen tersebut dilakukan pelapisan minimal satu lapis dengan ketebalan 4 cm, terutama pada jalan yang berlubang. Ruas yang menjadi tanggung jawabnya mencakup wilayah Cianjur Kota hingga Sukabumi, tepatnya sampai batas Cibadak, Kabupaten Sukabumi.
Warsono menegaskan bahwa target penyelesaian pekerjaan adalah sebelum H-10 Lebaran, termasuk memastikan seluruh lubang di ruas tersebut tertutup.
“Pekerjaan dimulai hari Sabtu, tanggal 21. Target kami untuk segmen ini hari Sabtu sudah selesai, mudah-mudahan cuaca mendukung. Sesuai arahan Pak Menteri, menjelang Lebaran semua ruas harus sudah dalam kondisi baik,” jelasnya.
Proyek ini dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dengan total anggaran penanganan menyeluruh di dua kabupaten mencapai sekitar Rp17 miliar. Pekerjaan tidak hanya berupa overlay, tetapi juga mencakup penambalan, perbaikan saluran, hingga jembatan di titik lain.
Adapun pelaksana kegiatan adalah PT. Laksana Dharma Putra. Untuk menjaga kualitas pekerjaan, dilakukan pengawasan ketat setiap hari oleh konsultan pengawas serta tim dari PUPR. Setelah pekerjaan selesai, akan dilakukan uji kualitas, termasuk pengeboran (boring test) untuk memastikan ketebalan dan mutu aspal sesuai spesifikasi.
“Setelah selesai akan kami uji, termasuk boring untuk memastikan ketebalan 4 cm sesuai spek. Ada juga masa pemeliharaan setelah PHO (Provisional Hand Over), sehingga menjadi tanggung jawab penyedia jasa,” tambah Warsono.
Terkait papan proyek yang tidak terlihat di lokasi, Warsono menjelaskan bahwa proyek ini mencakup tiga wilayah sehingga papan informasi ditempatkan di titik awal ruas, bukan hanya di satu segmen pekerjaan 900 meter tersebut.
Bagi masyarakat yang ingin menyampaikan keluhan atau masukan, Kementerian PUPR menyediakan kanal pengaduan melalui aplikasi resmi.
“Di kementerian ada aplikasi bernama Zaki. Masyarakat atau perusahaan bisa langsung melaporkan melalui aplikasi tersebut. Jika aduan masuk dan berkaitan dengan proyek ini, tentu akan menjadi prioritas untuk ditindaklanjuti,” pungkasnya.
Dengan perbaikan ini, diharapkan masyarakat dan para pemudik dapat melintas dengan nyaman, aman, dan selamat sampai tujuan saat arus mudik Lebaran mendatang. ***Red