Lebak, Banten. suarajabarbanten.my.id – Pengelolaan dana pemeliharaan sarana dan prasarana di SDN 3 Cihujan, Kecamatan Cijaku, Kabupaten Lebak, menuai sorotan keras. Sekolah dasar negeri tersebut diduga kuat tidak transparan dalam penggunaan anggaran pemeliharaan tahun 2023 dan 2024. Selasa, 10/02/2026
Bagaimana tidak, dana yang digelontorkan negara melalui pos pemeliharaan mencapai puluhan juta rupiah, namun kondisi bangunan sekolah di lapangan justru tampak kumuh, kusam, dan rusak para
Saat awak media melakukan investigasi langsung ke lokasi pada Senin (10/02/2026), terlihat jelas sejumlah fasilitas sekolah jauh dari kata layak:
Cat tembok mengelupas
Dinding kusam dan tidak terawat
Asbes dan atap rusak bahkan ambruk
Banyak bagian bangunan yang seharusnya diperbaiki namun dibiarkan
Kondisi ini jelas bertolak belakang dengan besarnya dana yang telah dicairkan.
Berdasarkan keterangan bendahara sekolah sekaligus dewan guru, Rosianah, anggaran yang diterima sekolah yaitu:
Tahun 2023: Rp 41.057.000
Tahun 2024: Rp 45.378.950
Totalnya mencapai Rp 86 juta lebih.
Namun fakta visual di lapangan memunculkan pertanyaan besar:
Jika benar digunakan untuk pemeliharaan, mengapa kondisi sekolah masih seperti bangunan tak terurus?
Awak media juga berupaya mengonfirmasi langsung kepada Kepala Sekolah, Dedeh Rodiya, namun sangat disayangkan yang bersangkutan tidak berada di tempat. Tidak adanya klarifikasi dari pimpinan sekolah justru memperkuat dugaan publik adanya ketertutupan dalam pengelolaan dana.
Sejumlah pihak menilai, penggunaan dana hampir Rp 90 juta seharusnya mampu membuat lingkungan sekolah jauh lebih layak, aman, dan nyaman bagi siswa. Bukan sebaliknya, terlihat seperti tidak tersentuh perawatan.
“Ini bukan uang kecil. Kalau bangunan masih rusak parah, patut diduga ada yang tidak beres. Dana pendidikan jangan sampai disalahgunakan,” tegas salah satu tim investigasi.
Aktivis kontrol sosial dan pegiat anti korupsi juga mendesak Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak, Inspektorat, hingga aparat penegak hukum untuk segera melakukan:
Audit menyeluruh
Pemeriksaan realisasi fisik
Penelusuran laporan pertanggungjawaban anggaran
Sebab dana pendidikan merupakan uang rakyat yang diperuntukkan bagi keselamatan dan kenyamanan siswa, bukan untuk kepentingan pribadi atau oknum tertentu.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak sekolah belum memberikan klarifikasi resmi. Awak media akan terus mengawal dan menelusuri dugaan penyimpangan ini sampai tuntas.
