TpWiBSC0BUAoTfA5GfAiGfr0Td==

Viral Ungahan Warga Soal Dugaan Sulitnya Rumah Sakit di Kotabaru Cikampek, Netizen Curhat Pengalaman Serupa



KARAWANG  SJB.  Sebuah unggahan di grup Facebook Cikampek Info menuai perhatian luas warganet setelah memperlihatkan kondisi memilukan seorang warga lanjut usia yang didorong menggunakan kursi roda di depan salah satu rumah sakit di kawasan Kota Baru, Cikampek, Kabupaten Karawang. Selasa, 20/1/2026.


Unggahan tersebut diposting sekitar 11 jam lalu oleh akun Facebook Arief Nur Jaman, dengan narasi bernada keluhan, “Dimanakah nurani hati kalian, jangan persulit kami orang susah!” disertai foto seorang pasien lanjut usia yang tampak dalam kondisi sakit dan membutuhkan penanganan medis.


Unggahan itu langsung memantik reaksi warganet. Sejumlah netizen menyampaikan pengalaman pribadi mereka yang mengaku pernah mengalami kesulitan serupa saat mengakses layanan kesehatan di rumah sakit yang sama, khususnya ketika menggunakan layanan BPJS Kesehatan.


Akun Aulxx Aulxx menuturkan pengalaman pahitnya saat mendampingi keluarga berobat. Ia mengaku harus menunggu lama di Instalasi Gawat Darurat (IGD) dengan kondisi pasien yang sudah sangat lemah, namun tetap tidak mendapatkan kamar rawat inap karena alasan penuh.


“Sudah kesakitan banget, muka udah pucat, nunggu di IGD hampir satu jam katanya kamar penuh terus. Baru setelah marah-marah, akhirnya dikasih kamar,” tulisnya. 


Ia bahkan mengaku kehilangan janin yang diduga akibat kelalaian pelayanan.


Komentar lain datang dari Khoeruxxxxx Azzxxxx Shanaz yang menyebut adanya perbedaan perlakuan antara pasien pengguna BPJS dan pasien umum.


“Inget waktu almarhum bapak saya berobat pakai BPJS susah nggak ada kamar, giliran nggak pakai BPJS kamarnya langsung ada,” tulisnya.


Nada serupa disampaikan akun Rgxxx, yang menyebut dirinya memilih membawa istrinya ke rumah sakit lain karena kesulitan mendapatkan layanan rawat inap.


“Itu mah rumah sakit hanya untuk orang berduit,” tulisnya singkat.


Sementara itu, No Piexxxx menyampaikan pandangan reflektif terkait kondisi masyarakat kecil yang kerap merasa terpinggirkan dalam pelayanan publik. Ia menilai kondisi tersebut menjadi realitas pahit yang masih sering terjadi.


“Risiko kita yang orang nggak punya, selalu direndahkan karena tidak punya duit,” tulisnya.


Komentar bernada keras juga datang dari beberapa netizen lain yang mengaku trauma dengan pengalaman medis di rumah sakit tersebut, bahkan menyebut buruknya pelayanan tenaga medis dan dampak serius pasca tindakan medis.


Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak manajemen rumah sakit maupun Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang terkait keluhan dan kesaksian warga yang ramai diperbincangkan di media sosial tersebut.


Kasus ini kembali menyoroti pentingnya evaluasi layanan kesehatan, khususnya dalam penerapan prinsip keadilan dan kesetaraan pelayanan bagi seluruh masyarakat, tanpa membedakan latar belakang ekonomi maupun status kepesertaan jaminan kesehatan.

 

Type above and press Enter to search.